BRMP Jambi Perkuat Pengawalan Program Kementan, Dorong Percepatan Tanam
KOTA JAMBI – Direktur Wilayah Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi, Dr. Yunimar, S.Si., M.Si., menegaskan pentingnya pengawalan seluruh program strategis Kementerian Pertanian agar target yang ditetapkan dapat tercapai. Arahan tersebut disampaikan saat memimpin apel pagi di kantor BRMP Jambi, Senin (26/10), yang diikuti seluruh pegawai, penyuluh CWS, dan mahasiswa magang. Yunimar meminta setiap tim memastikan kegiatan berjalan sesuai rencana dan target, termasuk tim kegiatan kedelai yang diminta segera memeriksa kondisi lapangan serta mengonfirmasi kesiapan petani untuk menanam seiring mulai turunnya hujan di sejumlah wilayah. Pada program Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS), ia menyampaikan bahwa target Provinsi Jambi mencapai 6.115 hektare, dengan sekitar 1.100 hektare telah tertanam di tengah kondisi kemarau. Sisa target perlu terus dikawal, terutama di wilayah yang mulai mendapatkan hujan dan memungkinkan penanaman kembali.
Yunimar meminta tim swasembada pangan dan penyuluh memperkuat koordinasi serta memantau pelaksanaan program di wilayah masing-masing. Kabupaten Tanjung Jabung Timur, yang memiliki target PM-AAS sebesar 3.559 hektare pada 2026, menjadi salah satu wilayah yang memerlukan pengawalan intensif. Ia juga menyoroti rendahnya luas tambah tanam (LTT) di Provinsi Jambi dan meminta tim mengidentifikasi penyebabnya agar langkah perbaikan sesuai dengan kondisi lapangan. Selain itu, hasil kunjungan bersama Staf Ahli dan Tenaga Ahli Menteri Pertanian ke lokasi cetak sawah di Tanjung Jabung Timur serta optimasi lahan (Oplah) di Pengabuan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, menjadi bahan evaluasi terhadap realisasi kegiatan dan kesesuaian perencanaan dengan kebutuhan petani. Salah satu hal yang menjadi perhatian ialah penyusunan Survei, Investigasi, dan Desain (SID) yang dinilai belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan di sejumlah lokasi. Penyedia yang berkontrak dengan LIP diminta berkoordinasi dengan penyuluh untuk menginventarisasi kebutuhan petani, sementara grup koordinasi yang telah dibentuk perlu dioptimalkan untuk menyampaikan perkembangan pekerjaan dan informasi lapangan setiap hari.
Dalam pelaksanaan Oplah di Tanjung Jabung Barat, Yunimar mengingatkan bahwa peningkatan indeks pertanaman (IP) harus menjadi sasaran nyata agar lahan tidak hanya dimanfaatkan untuk satu kali musim tanam. Pengawalan perlu dilakukan sejak perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan hingga pemanfaatan lahan oleh petani. Seiring turunnya revisi anggaran, seluruh tim juga diminta segera mengawal kegiatan di wilayah masing-masing dan memastikan output sesuai target. Penyelesaian basis data turut menjadi perhatian, dengan mendorong ketua tim kerja (katimker) penyuluh segera menuntaskan master data yang diperlukan sebagai acuan pemetaan kondisi wilayah, pemantauan capaian, dan penentuan langkah pengawalan. Melalui koordinasi yang lebih kuat dan evaluasi berkelanjutan berdasarkan kondisi lapangan, BRMP Jambi berupaya memastikan program strategis Kementerian Pertanian berjalan sesuai sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi petani. (PS)